LATEST REVIEW
Showing posts with label Drama. Show all posts
Showing posts with label Drama. Show all posts

Monday, 2 April 2012

Fish Story (2009)


" A song that saved the world from apocalypse "




Director : Yoshihiro Nakamura
Writers : Kotaro Isaka, Tamio Hayashi
Stars : Vincent Giry, Gaku Hamada and Atsushi Itô 
Certificate : PG-13


Pada awalnya saya menonton film ini tanpa ekspetasi apa-apa. Satu yang menarik minat saya untuk menonton film ini adalah konten musik di dalamnya.Serta yang satu lagi yakni premis "sebuah lagu yang bisa menyelamatkan dunia". Premis ini cukup fenomenal ketika diceritakan lebih dalam di dalam film garapan Yoshihiro Nakamura ini. Tetapi yang lebih dalam yaitu cerita yang ditulis oleh Kotaro Isaka serta Tamio Hayashi. Sebuah lagu yang bisa menyelamatkan dunia? Apalagi menyelamatkan dunia dari "KIAMAT" (dalam arti sebenarnya) di penghujung tahun 2012. Apalagi itu lagu tidak terkenal dari tahun 1975. Rasanya cukup naif. Dan mungkin terasa seperti cerita picisan. Tetapi tidak, karena cerita di film kalau bisa dikatakan cukup jenius dan orisinil.

Kisah sebuah lagu perdamaian sudah sering didendangkan oleh para musisi dunia. Banyak yang menulis lagu bertema humanisme, alam, anti perang, dan sebagainya. Tetapi bagaimana jika lagu itu adalah lagu yang aneh, menyimpan misteri menakutkan serta sempat menjadi 'cult' di dekade selanjutnya. Terlebih lagi ketika ada sebuah mitos seperti ini mengenai lagunya : " Jika anda bisa mendengar suara teriakan seorang wanita dibagian yang diam selama 1 menit pada lagunya maka akan ada bahaya disekitar anda ".  Isu dan mitos seperti itu membuat banyak orang ragu untuk mendengarkannya namun juga membuat penasaran. Mitos seperti itu pernah juga terjadi di Indonesia ketika pada beberapa tahun yang silam ada mitos yang cukup fenomenal mengenai lagu gaby yang berjudul tinggal kenangan. Satu yang pasti, itu bukan lagu tenar yang dikenal banyak orang. Dan lagu aneh tersebut berjudul Fish Story.

Fish Story sendiri adalah sebuah single lagu yang dibawakan oleh band punk era '70an, Gekirin. Konon band punk asal Jepang tersebut sudah ada sebelum Sex Pistol lahir dan terkenal. Performa Gekirin yang aneh membuat band tersebut dihujat banyak penggemar musik di Jepang. Karena memang saat itu musik tradisional jepang (Enka) memang menjadi musik yang diminati. Akibatnya permainan musik Gekirin itu dicap sebagai sampah, meski sudah merekam dan merilis 1 lagu yang tidak laku sama sekali.

Tetapi film ini tidak hanya bercerita mengenai kiprah grup band Gekirin. Namun juga cerita seorang pemuda penakut di dekade selanjutnya. Ada juga cerita tentang aliran sesat akhir zaman di tahun 1999. Ada juga cerita dengan teroris yang membajak sebuah kapal ferry untuk sebuah tujuan yang gila. Ada seorang koki yang jago ilmu beladiri. Dan masih banyak lagi cerita-cerita di film itu yang sama sekali tidak berkaitan, acak dan serta membingungkan.

Namun satu hal yang istimewa dari film Fish Story adalah plot cerita yang membingungkan dengan lintas dekade, lintas generasi, lintas karakter serta lintas cerita. Ibaratnya film ini adalah kumpulan dari berbagai film pendek yang tidak memiliki hubungan apa-apa serta berdiri sendiri tanpa ada sesuatu yang mengikat. Ibaratnya sebuah puzzle yang menunggu untuk diselesaikan. Hal ini mengingatkan saya film-film seperti Pulp Fiction karya Quentin Tarantino atau Babel karya Alejandro González Iñárritu. Tetapi plot acak tak berangkai ini dapat disusun secara jenius di 5 menit terakhir film ini. Dan itu cukup membuat shock, serta dibuat kagum olehnya.

Yoshihiro Nakamura mampu merangkai dengan baik kejadian-kejadian di film ini dan menjadikannya sebuah masterpiece ketika ending credit film ini mulai muncul. Jadi, saya merekomendasikan kepada anda sebuah film dengan banyak cerita serta beragam genre ini. Sebuah film dengan plot jenius untuk anda yang gemar nonton film bermutu. An Perfect Movie!

Fish Story Movie Poster


Rating
Perfect

Saturday, 3 March 2012

The Cook the Thief His Wife & Her Lover (1989)


" A cult classic with 'delicious' bon appetit " - rayculz



Director : Peter Greenaway 
Writer : Peter Greenaway 
Stars : Richard Bohringer, Michael Gambon and Helen Mirren
Rating : NC17


Sangat jarang saya temui film yang masuk kategori 'cult' oleh para penggemarnya, digambarkan dengan penuh warna-warni seperti yang di film ini. Tampilan warna latar sepanjang film yang mayoritas bersetting di sebuah restoran mewah, cukup bewarna dan terkadang sangat kontras. Peter Greenway sebagai sutradara serta penulis cerita mampu menghadirkan suasana yang lumayan creepy dari warna-warni tersebut. Warna yang beragam itu, ibaratnya sebuah simbol yang ingin disampaikan sang empunya cerita lewat beragam warna dalam masakan.

The Cook the Thief His Wife & Her Lover, berkisah tentang seorang istri yang hidup di bawah tekanan suami. Sang suami tak lain adalah pemilik restoran yang juga seorang gangster egois nan keras kepala. Sang istri ternyata jatuh hati kepada seorang pria dan bersepakat menjalin hubungan rahasia. Sang juru masak yang lebih dekat dengan istri pemilik restoran, bersepakat untuk menyembunyikan hubungan rahasia sang istri dengan sang kekasih. Sang kekasih tidak lain adalah seorang kutu buku yang memiliki perpustakaan sendiri. Semula perselingkuhan ini berlangsung aman, namun akhirnya masalah ini sampai juga ke telinga sang pemilik restoran. Akhirnya, timbulah niat jelek untuk menghabisi nyawa dari kekasih sang istri.

Film yang bertema sederhana tentang cinta, penghianatan serta balas dendam ini mampu dibalut dengan sempurna lewat sebuah warna warni yang beragam. Bukan hanya setting serta masakan saja yang beragam warna tetapi konten dan cerita juga demikian. Mulai dari kriminal, cinta, penghianatan, balas dendam, lagu klasik, sastra, sex, daging busuk, belatung, air seni, feses, darah, daging matang sampai kanibalisme. Semuanya dibalut dalam satu karya yang cukup menarik oleh Peter Greenway. Terutama peran yang luar biasa bagus dari Michael Gambon yang berperan sebagai sang suami. Tak kalah juga peran Helen Mirren sebagai sang istri yang cukup depresif serta Richard Bohringer yang tegas sebagai seorang juru masak.

Akhirnya, saya memperingatkan bagi anda yang perut mudah mual, lebih baik dilewatkan saja film yang satu ini. Namun bagi anda yang ingin mencoba menu makanan yang cukup mengganggu mata dan pikiran, silahkan saja mencoba. Dan siapkan saja perut anda, untuk menikmati sajian menu dengan cita rasa tinggi disini. Mulai dari appetizers, main menu sampai dessert yang cukup 'lezat'. Bon Appetit!


Rating